November 9, 2019

Polda Jatim Selidiki Potensi Korupsi Pada Kasus Robohnya Atap SDN Gentong Di Pasuruan

Polda Jatim tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi yang terjadi ketika pembangunan SDN Gentong Kota Pasuruan. Atap ruang keras II A, II B, V B dan V A roboh pada Selasa pagi 5 November 2019 dan menyebabkan 2 orang tewas dan 11 orang lainnya terluka karena tertimpa reruntuhan material atap.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan bahwa mereka telah menangkap dua orang yaitu Lukan Santoso selaku Direktur CV Andalus dan Sudendy Sasmita Mulya selaku Direktur CV DHL Putra yang merupakan kontraktor yang mengerjakan proyek rehabilitasi SD Gentong pada 2012 lalu.

"Kontraktor sudah kami amankan sebanyak dua orang. Hari ini sudah ditahan. Kami kenakan Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian Kerja," kata Barung.

Polda Jatim Selidiki Potensi Korupsi Pada Kasus Robohnya Atap SDN Gentong Di Pasuruan

Polda Jatim Selidiki Potensi Korupsi Pada Kasus Robohnya Atap SDN Gentong Di Pasuruan
Barung mengatakan bahwa penanganan kasus ini tidak hanya berhenti pada kelalain kerja ketika proses rehabilitasi dilakukan akan tetapi juga akan dikembangkan sehingga tidak tertutup kemungkinan akan terjadi penambahan jumlah tersangka.

Pihaknya akan kembali memeriksa PPK proyek ini begitu juga dengan Kuasa Pengguna Anggaran atau KPA ketika proyek ini dieksekusi.

"Ini masih dikembangkan. Sementara korupsinya masih ditangani oleh Polda Jawa Timur," jelasnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memberikan mitigasi bencana dan trauma healing kepada para siswa di SDN Gentong Pasuruan, Jawa Timur. Ini menyusul ambruknya sebagian atap kelas di SDN Gentong yang terjiad pada Selasa pagi lalu, 5 November 2019.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial dari Kemendikbud, Subandi menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapatkan instruksi dari pusat untuk terus memantau lokasi terjadinya insiden tersebut.

"Sebagai langkah atas peristiwa ini adalah kami akan memberikan mitigasi bencaran kepada para siswa," jelasnya ketika mengunjungi SDN Gentong, Pasuruan.

Ia menjelaskan bahwa selain mitigasi bencana juga akan dilakukan pendampingan trauma healing setelah peristiwa robohnya sebagian atap ruang kelas di sekolah tersebut.

"Terkait dengan perbaikan sekolah tersebut, kemungkinan akan dilakukan pada anggaran 2020 karena untuk tahun 2019 sudah tidak memungkinkan," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pasuruan terkait dengan sosialisasi dan tindakan seperti apa.

"Perbaikan sekolah kami akan bekerjasama dengan PUPR untuk menghindari terjadinya hal ini dikemudian hari," jelasnya