October 7, 2019

Jokowi Belum Membahas Isu Bergabungnya Gerindra Ke Pemerintah Dengan Partai Pengusung

Presiden Joko Widodo disebutkan belum berkomunikasi dengan PDI-P terkait dengan isu adanya kader Gerindra yang akan menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid II. Hal tersebut diungkapkan bahwa Ketua DPP PDI-P yang sekaligus Ketua DPR, Puan Maharani.

"Setuju tidak setuju, kita lihat saja nantinya. Presiden belum membahas ini juga. Semua partai juga belum bertemu dengan Presiden untuk membahas isu kader Gerindra yang akan masuk ke kabinet," kata Puan.

Puan menjelaskan bahwa keputusan apakah Gerindra akan masuk kedalam pemerintah 5 tahun kedepan tidaklah menjadi keputusan partainya sendiri akan tetapi menjadi keputusan bersama dari parpol koalisi pada Pilpres.

"Kan gak bisa serta merta PDI-P ini mengatakan iya, setuju ataupun tidak setuju. Masih ada partai lain di koalisi yang ikut dalam pemenangan pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin," jelas Puan.

Jokowi Belum Membahas Isu Bergabungnya Gerindra Ke Pemerintah Dengan Partai Pengusung

Walaupun begitu, penentuan komposisi kabinet yang menjadi hak prerogatif Presiden ini tentunya juga tidak berarti bahwa penentuan akan ditentukan seleran oleh Presiden akan tetapi juga melalui perundingan dengan parpol pendukung didalam koalisi.

"Semua itu merupakan hak Presiden dan nantinya akan dibicarakan secara matang serta bersama-sama sehingga koalisi ini dapat solid mendukung pemerintah kedepan. Kita lihat saja nanti, kan pelantikan masih dua minggu lai," jelasnya.

Sementara itu, mengenai munculnya kabar bahwa Gerindra yang meminta tiga kursi kepada Jokowi, Puan hanya dapat menyerahkan keputusan ini kepada Presiden.

"Menteri itu kan domainnya Presiden selaku pemimpin tertinggi di eksekutif. Jadi kita harus menghargai hak tersebut walaupun nantinya parpol akan juga diminta pendapatnya," jelasnya
Partai Gerindra yang menjadi pengusung utama Prabowo - Sandi disebutkan akan bergabung dengan koalisi pemerintah. Tidak hanya itu, Gerindra disebutkan meminta jatah tiga menteri kepada Jokowi yang dimana diantaranya adalah Menteri Pertahanan.

Akan tetapi, kabar tersebut dibantah oleh Juru Bicara Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjutak.

Dahnil mengatakan bahwa hal tersebut tidaklah benar jika Gerindra meminta tiga menteri kepada Presiden Jokowi.

"Pada intinya, Pak Prabowo itu akan selalu siap untuk membantu bangsa dan negara dimanapun posisi beliau dan partainya. Yang jelas adalah beliau akan selalu aktif untuk memberikan masukan dan pemikiran bagi kemajuan bangsa," kata Dahnil.