September 24, 2019

IHSG Merosot Karena Aksi Demonstrasi Di Beberapa Kota

IHSG mengalami tekanan pada perdagangan hari Selasa. Jelang penutupan pada jam 15.00 WIB, IHSG tetap berada di zona merah dengan merosot 1,24 persen ke level 6.129,68.

Hal ini tidaklah lepas dari kondisi politik yang tidak stabil dengan banyaknya aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa kota besar di Indonesia sebagai bentuk penolakan untuk RUU KUHP dan UU KPK yang dianggap kontroversial.

Analis Jasa Capital Utama Chris Aprliony mengatakan bahwa pergerakan IHSG terus dibayangi oleh sentimen politik yang terus memanas di Indonesia.

IHSG Merosot Karena Aksi Demonstrasi Di Beberapa Kota

"Iya karena demo ada dimana-mana dan seperti tidak ada hentinya," kata Chris.

Dengan adanya aksi demo hingga saat ini yang bahkan jumlah massa yang terlibat semakin besar, membuat IHSG harus ditutup melemah pada perdagangan hari ini dengan proyeksi penurunan berada pada level 6.100.

Seperti yang diketahui, selama beberapa minggu terakhir ini terdapat gerakan massa yang menolak pengesahan UU yang dianggap bermasalah sehingga terjadi aksi demonstrasi di gedung DPR RI.
Bahkan semalam, demo yang dilakukan oleh mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas ini membuat lalu lintas pada jalan tol dalam kota tidak dapat digunakan sehingga memicu kekhawatiran banyak pihak.

Head of Research Samuel Sekuritas melihat bahwa demo ini menjadi alasan dari IHSG terus terpaku didalam zona merah dikarenakan harga indeks di negara lain tidaklah mengalami penurunan sama sekali.

Mengenai pernyataan bahwa KPK menjadi alasan dimana investor enggan masuk ke Indonesia, Chris memilih untuk tidak memberikan komentar apapun hingga dilakukan kajian mendalam mengenai pernyataan ini.

Chris sendiri menyarankan para investor untuk tidak panik dan lebih mencermati kinerja dari fundamental setiap emiten jika ingin mengakumulasi kepemilikan saham.

"Saran saya adalah investor tidaklah perlu panik. Kita kembali melihat fundamental perusahaannya saja. Selama kinerja perusahaan itu baik, justru sekarang waktu yang sangat tepat untuk melakukan aksi beli," jelas Chris.