August 21, 2019

Ada 2 Dusun Di Lamongan Yang Terpapar Radikalisme

Warga dua dusun yang berada di salah satu desa di Lamongan, Jawa Timur disebutkan telah terpapar paham radikalisme. Hal tersebut terkuat dalam Forum Grup Diskusi yang digelar oleh Polres Lamongan bersama dengan tokoh masyarakat, ulama dan pimpinan ormas setempat.

Kabar tersebut diutarakan oleh FKUB Lamongan, KH Masnur Arif.

Mansur menjelaskan sesungguhnya terdapat empat dusun yang warganya terpapar radikalisme akan tetapi pihaknya baru memeriksa dua dusun untuk memastikan kebenaran rumor tersebut.

"Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari lapangan terdapat empat dusun yang sudah terpapar radikalisme akan tetapi kami hanya memeriksa dua dusun sejauh ini. Setelah kami cek memang informasi tersebut besar bahwa dua dusun tersebut sudah terpapar radikalisme," kata Masnur.
Masnur melanjutkan bahwa kedua dusun yang terpapar radikalisme tersebut masih berada pada kondisi tahapan awal yang belum begitu parah.

Ada 2 Dusun Di Lamongan Yang Terpapar Radikalisme

"Tingkatannya masih dalam bentuk pemahaman belum hingga aksi dan perilaku. Alhamdulillah dari informasi tersebut, kami berhasil bergerak secara dini untuk hal tersebut tidak berkembang. Kami juga sudah melakukan pendekatan supaya mereka yang terpapar radikalisme tersebut dapat kembali ke paham yang benar," jelasnya.

"Kami sudah bekerjasama dengan MUI, PDM dan PCNU. Mereka juga telah melakukan upaya pendekatan supaya mereka yang terpapar ini dapat kembali ke ajaran yang benar," jelasnya.

Hanya saja ketika ditanya mengenai letak kedua dusun tersebut, Masnur menolak memberitahunya karena dikhawatirkan akan ada aksi diskriminasi yang diterima oleh warga dua dusun tersebut.

Masnur sendiri mengatakan bahwa dirinya telah melaporkan kepihak berwajib sehingga dapat dilakukan pemantauan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Hari ini kami memang berdiskusi dengan tokoh agam, FKUB dan MUI Lamongan untuk mendapatkan saran bagaimana mengatasi masalah intoleransi yang saat ini terus meruncing dan penyebaran paham radikal," jelas Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung.

"Kalau kami tidak melakukan tindakan pencegahan sejak dini maka kami khawatir bahwa hal ini akan menjalar dan membahayakan negara dan bangsa," lanjutnya.

Feby menjelaskan bahwa dirinya telah mengetahui mengenai daerah yang disebutkan oleh Masnur terkait daerah yang kemungkinan terpapar radikalisme.

"Mereka ini mulai mempermasalahkan NKRI dan ideologi bangsa, Pancasila dan sistem negara kita. Inilah yang harus kita hadapi sehingga paham ini dapat dieliminir dan hilang dari masyarakat," kata Feby.

Untuk itu, Feby meminta kepada para ulama dan tokoh masyarakat serta para pimpinan ormas yang ada di Lamongan untuk bekerjasama mengelimiri paham radikalisme dari masyarakat Lamongan.

"Polri dan TNI dibantu oleh masyarakat agar sama-sama bersinergi untuk mempersempit dan menghilangkan paham tersebut dari masyarakat," jelasnya.