July 21, 2019

Susy Susanti Tidak Keberatan Namanya Diubah Di Film Biografinya

Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti mengaku tidak masalah dengan namanya yang harus diganti dalam bio-pic, film mengenai sejarah hidupnya akan yang segera dirilis pada tahun ini.

Kisah hidup dari Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI yang bernama sesuai dengan KTP Susy Susanti ini akan diangkat ke layar lebar dalam sebuah film yang berjudul "Susi Susanti: Love All". Huruf Y yang digunakan selama ini akan diganti menjadi I walaupun secara pengucapan tidaklah berbeda.

"Love All" merupakan istilah dalam pertandingan bulu tangkis ketika kedudukan masih 0-0. Film ini akan menunjukan situasi awal Susy yang saat akan memutuskan mundur pada tahun 1998.

"Ya memang dalam film tetap akan ditulis dengan menggunakan "I". Susi nya menggunakan huruf I. Alasannay adalah para penonton Indonesia akan lebih mudah unutk membaca Susi dengan huruf I daripda Y," kata Susy.

Susy Susanti Tidak Keberatan Namanya Diubah Di Film Biografinya

Bersama dengan suaminya, Alan Budikusuma, Susy akan melakukan promosi film tersebut pada sela penyelenggaraan Blibli Indonesia Open 2019 yang didukung oleh Bakti Djarum Foundation. Film ini akan dibintangi oleh Dion Wiyoko bersama dengan Laura Basuki.

"Buat apa mempermasalahkan hal tersebut. Intinya sebuah film itu harus dapat memudahkan penonton menikmatinya dan mengerti apa isi dari film tersebut," kata Susy lagi.

"Jika penonton Indonesia tahunya tentu Susi jadi huruf I tersebut yang dipilih," lanjut legendan bulu tangkis yang bernama lengkap Lucia Susy Susanti.

Susy dan Alan menjelaskan bahwa film tersebut tidaklah akan jauh berbeda dengan kenyataan hidup yang mereka jalani terutama Susy. Para penonton juga akan disuguhi dengan kisah percintaan keduanya yang tumbuh ketika keduanya berada dalam Pelatnas Cipayung.

"Memang akan ada yang dilebih-lebihkan seperti kisah percintaan yang dibuat lebih romantis. Buat kami tidaklah masalah karena itulah unsur menariknya dari film," kata Alan.

Bagi Susy sendiri, mengaku bahwa dirinya memiliki kepuasan tersendiri bahwa apa yang telah dijalaninya selama ini dapat diabadikan dalam bentuk sebuah fulm

"Terus terang ketika masih kecil atau ketika menjadi pemain tidaklah pernah berpikir akan ada yang seperti ini. Bagi saya yang utama itu adalah prestasi setinggi mungkin. Penghargaan datang dalam banyak bentuk," kata Susy.

Susy Susanti dan Alan Budikusuma dikenal sebagai "Pengantin Emas Olimpiade Barcelona" karena keduanya tergabung dalam kontingen bulu tangkis Indonesia yang berhasil medali emas di Olimpiade Barcelona pada nomor tunggal putra dan tunggal putri.

"Diluar hal yang indah tersebut seperti medali emas ataupun kisah yang kami lalui, saya sebenarnya lebih berharap orang dapat belajar dari kisah perjuangan kami mengejar prestasi, kegagalan-kegagalan yang kami alami hingga dapat mencapai prestasi tersebut terutama bagi atlet bulu tangkis sekarang," kata Susy.

"Dengan melihat ini, orang akan mengerti bahwa atlet bukanlah manusia super yang dapat dibentuk dengan cepat dan mudah akan tetapi ditempat melalui proses yang panjang."