July 17, 2019

Respon Walikota Tri Rismaharini Atas Laporan 2 SMP Surabaya Hanya Mendapatkan 2 Siswa Baru

SMP Gatra dan SMP PGRI 5 di Surabaya dikabarkan hanya menerika 2 siswa baru untuk tahun ajaran 2019/2020 ini.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengomentasi SMP swasta yang hanya mendapatkan siswa baru dengan jumlah sedikit tersebut.

"Ya enggak apa-apa. Biaya bantuan operasionalnya akan tetapi dibantu oleh Pemkot dalam jumlah satu rombongan belajar. Tapi, memang itu tidak dapat kita paksakan. Orang pastinya ingin mendapatkan yang terbaik termasuk sekolah. Persaingan pasti sangat ketat antar sekolah. Kalau kualitas belum terbukti dan juga jarang terekspos pastinya tidak akan laku," kata Rima.

Menurut Risma, orang tua siswa pastinya akan memilih sekolah yang bagus baik itu swasta ataupun negeri. Menurutnya kualitas tersebutlah yang akan menentukan apakah sekolah tersebut dapat menggaet calon siswa baru atau tidak.

Respon Walikota Tri Rismaharini Atas Laporan 2 SMP Surabaya Hanya Mendapatkan 2 Siswa Baru

Walaupun begitu, dirinya menegaskan bahwa sekolah swasta dengan jumlah peserta didik yang minim juga akan diberikan bantuan per rombongan belajar sehingga dapat tetap beroperasi. Selain itu, Pemkot Surabaya juga menyediakan bantuan operasi pendidikan daerah atau BOPDA.

"Nanti akan diberikan BOPDA. Ini sedang dilakukan penataan dan tidak bisa diberika serta-merta. Itu sudah prosedur dari dulu. Kita tetap mendata dengan benar. Berhubung data nya belum siap sepenuhnya jadinya kami belum tahu detailnya bagaimana," kata Risma.

Sebelumnya, Kepala SMP Gatra Abdul Aziz mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya tersebut tengah berada dalam kondisi yang sulit dan tertekan akibat dari kebijakan Dinas Pendidikan Surabaya yang menambah batas penerimaan SMP negeri.

Menurut Abdul Aziz, hal ini sangat mempengaruhi proses dan jumlah rekrumen pada sekolah swasta.

"Kebijakan ini lebih menguntungkan sekolah negeri. Sepanjang sejarah baru kali ini sekolah SMP Gatra hanya mendapatkan 2 siswa baru. Apakah akan kami bubarkan, leluhur kami dan pendiri sekolah ini telah mewariskan bahwa sekolah ini harus tetap ada," kata Aziz.

Dilain tempat, kepala sekolah SMP PGRI 5 Hentri Poerwidajati mengatakan bahwa pihaknya pasrah dengan kondisi yang didapat oleh sekolahnya tersebut.

"Mbok SMP Swasta diperhatikan juga. Setidaknya kebijakan itu dibuat juga dengan tujuan memajukan sekolahnya secara keseluruhan bukan hanya negeri saja. Tidak dibeda-bedakan begitu," kata Hentri.